Search This Blog

Thursday, 11 July 2013

Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
 
1. Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, didirikan oleh Malik As-Saleh. Kerajaan ini terletak di Lhok Seumawe Aceh Utara. Wilayahnya sangat strategis karena berada di daerah Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan dan pelayaran internasional. Pada masa pemerintahan Malik As-Saleh, Kerajaan Samudra Pasai berkembang menjadi bandar-bandar pelabuhan besar yang banyak didatangi oleh pedagang dari berbagai daerah, seperti India, Gujarat, Arab, dan Cina. Dalam perkembangannya setelah Malik As-Saleh wafat pada 1927, kegiatan pemerintahan dilanjutkan oleh putranya, yaitu Sultan Muhamad Malik Al-Taher (1927 – 1326), Sultan Ahmad, dan Sultan Zainul Abidin.
2. Kerajaan Malaka

Pendiri Kerajaan Malaka adalah Paramisora atau Iskandar Syah. Kerajaan ini letaknya berhadapan dengan Selat Malaka sehingga sangat strategis sebagai jalur perdagangan dan pelayaran. Karena letaknya tersebut, kerajaan ini sering kali menjadi tempat persinggahan para pedagang Islam yang berasal dari berbagai negara. Selain Iskandar Syah, terdapat beberapa raja yang sempat memimpin Kerajaan Malaka, di antaranya sebagai berikut.

a. Muhammad Iskandar Syah yang berkuasa pada 1414-1424.
b. Sultan Mudzafat Syah dan Sultan Mansur Syah yang berkuasa pada 1458-1477.
c. Sultan Alaudin Syah yang berkuasa pada 1477-1488.
d. Sultan Mahmud Syah yang berkuasa pada 1488-1511.

Kerajaan Malaka banyak dikunjungi oleh para pedagang dari Gujarat, Cina, Arab, Persia, dan negara lainnya sehingga kerajaan ini memanfaatkannya untuk meningkatkan kegiatan ekonominya. Karena kemajuannya dalam perdagangan, Kerajaan Malaka mampu mengalahkan kemajuan Kerajaan Samudra Pasai.

3. Kerajaan Demak

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Raden Patah (bergelar Alam Akbar Al Fattah) adalah putra Raja Majapahit Brawijaya, dengan ibu keturunan Champa (daerah yang sekarang perbatasan dengan Kamboja dan Vietnam). Pada awal abad ke-14, Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming mengirimkan seorang putri kepada Brawijaya di Kerajaan Majapahit sebagai tanda persahabatan kedua negara. Putri yang cantik jelita dan pintar ini segera mendapatkan tempat istimewa di hati raja. Raja Brawijaya sangat tunduk pada semua kemauan sang putri jelita, yang nantinya membawa banyak pertentangan dalam istana Majapahit.

Raja Brawijaya sudah memiliki permasuri yang berasal dari Champa, masih kerabat Raja Champa dan memiliki julukan Ratu Ayu Kencono Wungu. Makamnya saat ini ada di Trowulan, Mojokerto. Sang permaisuri memiliki ketidakcocokan dengan putri pemberian Kaisar Yan Lu. Akhirnya, Raja Brawijaya dengan berat hati harus menyingkirkan putri cantik ini dari Majapahit. Dalam keadaan mengandung, putri cantik itu dihibahkan oleh Raja Brawijaya kepada Adipati Palembang, Arya Sedamar. Di sanalah Jim-Bun atau Raden Patah dilahirkan. 

Dari Arya Sedamar, putri ini memiliki seorang anak laki laki. Dengan kata lain Raden Patah memiliki adik laki laki seibu, tetapi berbeda ayah. Setelah memasuki usia belasan tahun, Raden Patah, bersama adiknya, dan diantar ibunya berlayar ke Pulau Jawa untuk belajar di Ampel Denta. Raden Patah mendarat di pelabuhan Tuban sekitar tahun 1419 Masehi. Jim-Bun atau Raden Patah sempat tinggal beberapa lama di Ampel Denta di rumah pamannya, kakak-misan ibunya. 

Sunan Ampel juga bersama para saudagar besar Muslim ketika itu. Di sana pula ia mendapat dukungan dari rekan-rekan utusan Kaisar Cina, Panglima Cheng Ho atau juga dikenal sebagai Dampu-awang atau Sam Poo Tai-jin. Panglima berasal dari Xin-Kiang, pengenal Islam.
Saat itu pengaruh Majapahit telah memudar, dan wilayahnya hanya sebagian kecil Jawa Timur. Raden Patah meninggal tahun 1518, dan digantikan oleh menantunya, Pati Unus. Pada tahun 1521, Pati Unus memimpin penyerbuan ke Malaka melawan pendudukan Portugis. Pati Unus gugur dalam pertempuran ini, dan digantikan oleh adik iparnya, Sultan Trenggono.

Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami masa surut, secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah - wilayah yang terbagi menjadi kadipaten-kadipaten tersebut saling serang, saling mengklaim sebagai ahli waris takhta Majapahit. Pada masa itu, arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati, yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Sementara, Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo, Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syech Siti Jenar.

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan Nusantara. Pati Unus adalah seorang raja yang memimpikan kembalinya kejayaan Majapahit melalui Demak. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu.

Sultan Trenggono berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggono, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatra), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggono. Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto.

Kepemimipinan Sunan Prawoto tidak mulus. Sunan Prawoto ditentang oleh adik Sultan Trenggono, Pangeran Seda Lepen. Pangeran Seda Lepen terbunuh, dan akhirnya pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya dihabisi oleh suruhan Arya Penangsang, putra Pangeran Seda Lepen.

Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa takhta Demak. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Adipati Jepara, ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. Arya Penangsang akhirnya dihabisi oleh pasukan Joko Tingkir, menantu Sunan Prawoto. Joko tingkir memindahkan istana Demak ke Pajang, dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang.

4. Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam berdiri berkat perjuangan dari Ki Ageng Pemanahan yang meninggal pada 1575. Setelah meninggal, digantikan oleh anaknya, yaitu Sutawijaya yang lebih dikenal dengan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah. Pada masanya, Kerajaan Mataram terus berkembang dan menjadi kerajaan terbesar di Jawa. Wilayahnya berkembang seputar Jawa Tengah, Jawa Timur, Cirebon, dan sebagian Priangan.

Setelah meninggal pada tahun 1601, Sutawijaya digantikan oleh Mas Jolang atau Panembahan Seda Ing Krapyak (1601-1613). Selanjutnya, diteruskan oleh anak Mas Jolang yaitu Raden Mas Martapura karena sering sakit-sakitan, Raden Mas Martapura digantikan oleh anak Mas Jolang yang lain, yaitu Raden Mas Rangsang yang dikenal dengan nama Sultan Agung (1613-1645). Pada masa Sultan Agung inilah Mataram mengalami puncak kejayaan.

Dalam perkembangan selanjutnya, Kerajaan Mataram terpecah belah sehingga berubah menjadi kerajaan kecil. Perpecahan disebabkan adanya gejolak politik di daerah-daerah kekuasaan Mataram dan peran serta VOC dan penguasa Belanda yang menginginkan menguasai tanah Jawa.

Dalam Perjanjian Giyanti (1755) disebutkan bahwa wilayah Mataram dibagi menjadi dua wilayah kerajaan sebagai berikut.

a. Daerah Kesultanan Yogyakarta yang disebut Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mangkubumi sebagai rajanya dan bergelar Hamengkubuwono.

b. Daerah Kasuhunan Surakarta yang diperintah oleh Pakubuwono.

Akibat Perjanjian Salatiga peranan Belanda dalam pemerintahan Mataram semakin jauh sehingga pada 1913 Mataram akhirnya terpecah menjadi empat keluarga raja yang masing-masing memiliki kekuasaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasuhunan Surakarta, Pakualaman dan Mangkunegaran.
5. Kerajaan Cirebon

Kerajaan ini lahir pada abad ke-16. Pada abad tersebut, daerah Cirebon berkembang menjadi pelabuhan yang ramai dan menjadi salah satu pusat perdagangan di pantai utara Jawa Barat. Majunya kegiatan perdagangan juga mendorong proses islamisasi semakin berkembang sehingga Sunan Gunung Jati membentuk kerajaan Islam Cirebon. Dengan terbentuknya kerajaan Islam Cirebon, maka Cirebon menjadi pusat perdagangan dan pusat penyebaran Islam di Jawa Barat.

6. Kerajaan Banten

Pendiri Kerajaan Banten adalah Sunan Gunung Jati dan raja pertamanya adalah Hasanuddin yang merupakan anak dari Sunan Gunung Jati. Semula wilayah ini termasuk bagian dari Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Banten memiliki hubungan dengan kerajaan Demak. Hasanuddin menikah dengan putri Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak, yaitu Maulana Yusuf dan Pangeran Jepara.

Dalam perkembangan selanjutnya, Maulana Yusuf pada 1570 menggantikan ayahnya untuk menjadi raja Kerajaan Banten yang kedua sampai dengan tahun 1580. Setelah itu, dilanjutkan oleh anak Maulana Yusuf (1580-1605), kemudian Abdul Mufakhir, Abu Mali Ahmad Rahmatullah (1640-1651) dan Abu Fatah Abdulfatah yang lebih dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1582). Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa inilah Kerajaan Banten mengalami puncak kejayaa

Saturday, 22 June 2013

10 tempat bersejarah di Indonesia

 

Indonesia dikenal sebagai negara yang penuh dengan sejarah dan kebudayaan. Salah satu buktinya adalah dengan banyak peninggalan-peninggalan bersejarah di Indonesia. Ini dia 10 tempat bersejarah yang ada di Indonesia. Check it out !

1.      BENTENG VREDEBURG
Dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1760. Benteng ini berlokasi di Yogyakarta. Benteng ini semula bernama RUSTENBERG dan berubah nama menjadi VREDEBURG setelah direnovasi pada tahun 1765


2.      MASJID ISTIQLAL
Berlokasi di Jakarta. Dibangun pada awal masa kemerdekaan Indonesia oleh arsitek Indonesia yang bernama F. SILABAN. Masjid kebanggan masyarakat Indonesia ini melambangkan kemerdekaan dan kebebasan sesuai dengan arti namanya









3.      ISTANA MAIMUN
Merupakan istana terindah yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara. Bangunan yang selesai dikerjakan pada tahun 1888 ini didominasi oleh warna kuning yang merupakan warna khas Melayu

4.      KOTA TUA – JAKARTA
Bangunan - bangunan di wilayah ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-18 dimana tata kota dari wilayah ini dirancang oleh warga Belanda yang bernama JAN PIETERSZ COEN
 
5.      TONGKONAN
Merupakan sebuah rumah adat Tana Toraja di Sulawesi Selatan yang berupa rumah panggung dengan bentuk atap yang melengkung ke atas seperti perahu dan dihiasi oleh kepala kerbau dimana jumlah kepala kerbau menunjukkan derajat keluarga yang menempatinya
 
6.      GEREJA BLENDUG
Adalah sebuah gereja tua yang berlokasi di Semarang, Jawa tengah. Gereja ini diperkirakan dibangun pada sekitar tahun 1753 dan masih aktif digunakan hingga sekarang
 
7.      FORT ROTTERDAM
Berlokasi di Makasar. Dibangun oleh Sultan Gowa ke-9 yang bergelar Tunipallangga Ulaweng pada tahun 1545. Benteng ini dibuat dengan tujuan untuk melindungi istana sebagai tempat tinggal Sultan dari serangan Belanda
8.      LAWANG SEWU
Lawang Sewu yang berarti seribu pintu ini melambangkan bentuk bangunan yang memang memiliki banyak pintu. Bangunan ini merupakan karya terbaik dari arsitek asal Belanda, Prof. JACOB K. KLINKHAMER dan BJ OUDANG
9.      GEDUNG SATE
Bangunan bersejarah yang berlokasi di Bandung ini selesai dibangun pada tahun 1924 yang merupakan kaya dari arsitek Belanda, Ir. J. GERBER. Pada waktu itu, bangunan bersejarah ini dibangun untuk menghormati gugurnya pejuang bangsa asal Jawa Barat
10.  TAMAN SARI
Nama Taman Sari ini berarti Taman Bunga yang Sangat Indah. Berlokasi di Yogyakarta dan dibangun setelah perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Arsitektur dari bangunan ini mengadopsi dari gaya arsitektur Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Kristen, dan Islam
 

10 Tempat Menarik di Indonesia

1. Benteng Belgica di Pulau Banda (4°31'34.02"S 129°53'56.15"T)

Benteng peninggalan VOC yang dibangun pada tahun 1611 yang terletak di Pulau Banda. Anda bisa melihatnya dengan Google Earth pada posisi (4°31'34.02"S 129°53'56.15"T).






2. Jembatan Suramadu (7°11'37.56"S 112°46'46.79"T)

Merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, dengan panjang 5438 m, dalam beberapa sumber, dikatakan jembatan terpanjang se-Asia Tenggara adalah jembatan Na Expressway di Thailand (54 km). Jauh sekali bila dibandingkan dengan Jembatan Suramadu, namun Suramadu tidak bisa dibandingkan dengan jembatan di Thailand itu, karena Na Expressway merupakan jembatan jalan tol yang melintasi daratan, tidak seperti Suramadu yang melintasi Selat Madura.





3. Taman Nasional Kelimutu (8°46'3.58"S 121°49'1.58"T)

Di dalam Taman Nasional ini terdapat danau kawah tiga warna yang fastastis. Sayangnya gambar yang diambil pada saat pemotretan Google Earth di wilayah Gunung Kelimutu itu tidak didukung oleh cerahnya cuaca, alhasil terlihat sekumpulan awan besar di atas Gunung Kelimutu yang menutupi indahnya Danau Tiga Warna Kelimutu.



4. Kawah Putih, Jawa Barat (7° 9'57.04"S 107°24'8.15"T)

Kawah yang terbentuk dari letusan gunung Patuha ini memiliki dinding kawah dan air yang berwarna putih, sehingga bila dilihat melalui Google Earth, terlihat jelas sekali kontras cahaya antara warna putih dan hijau.




5. Studio Trans TV di Makassar (5° 9'30.32"S 119°23'41.05"T)

Merupakan taman bermain dalam ruangan yang terbesar di dunia saat ini. Mengalahkan Disneyland di Amerika Serikat dan Lotte World di Korea Selatan.





6. Pantai Losari, Makassar (5° 8'36.97"S 119°24'27.33"T)

Masih di Makassar, Pantai Losari merupakan pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar, tidak hanya di darat kita bisa melihat keindahan Pantai Losari, di udara pun melalui Google Earth kita dapat menikmati keindahan Pantai ini.





7. Menjelajah Kepulauan Raja Ampat, Papua (0° 9'28.84"U 130° 4'30.01"T)

Raja Ampat merupakan nama sebuah Kabupaten di Provinsi Papua Barat. Di beberapa sumber dikatakan Kepulauan Raja Ampat memiliki kehidupan biota laut dan terumbu karang terkaya di Dunia. Keindahan Raja Ampat sebagai surga Indonesia sekarang bisa kita nikmati melalui Google Earth, walaupun hanya dengan melihat saja, ya paling tidak dengan melihat Keindahan Raja Ampat ini kita bisa berimajinasi seandainya kita pergi dan berenang disana.






8. Kapal PLTD Apung, Wisata Tsunami di Aceh (5°32'47.01"U 95°18'24.34"T)

Tentu kita masih ingat Bencana Tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, salah satu bencana terbesar dunia dengan korban jiwa hingga ratusan ribu. Inilah bukti Kebesaran Tuhan.





9. Gambar Misterius di Klaten (7°42'19.88"S 110°35'58.15"E)

Yang satu ini kurang begitu jelas. Mungkin ada dari anda yang tahu?



10. Kepulauan Barat Daya Indonesia, Pulau Wetar

Secara tidak sengaja saya menemukan gambar ini, coba anda perhatian baik-baik gambar awan yang satu ini. Setelah saya putar beberapa derajat, memang jika dilihat dari atas atau dari udara awan ini terlihat seperti awan biasa yang tidak berbentuk apa-apa, tetapi coba anda bayangkan jika anda melihat awan ini dari bawah atau dari darat. Awan ini mungkin akan berbentuk seperti lafadz Allah.

Friday, 21 June 2013

10 Fakta Unik Tentang Indonesia

  1. Tiga Presiden RI pertama memiliki bulan lahir yang sama, yaitu bulan Juni. Bung Karno lahir 6 Juni 1901 (Bernama asli Kusno Sosrodihardjo). Pak Soeharto 8 Juni 1921. Sedangkan Pak Habibie 25 Juni 1936.
  2. Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 dan selesai pada tahun 1879. Istana tersebut di rancang oleh arsitek Drossares dengan luas 6,8 hektar dan 16 jumlah anak tangga yang terdapat di bagian depan gedung.
  3. Sebelum digunakan oleh pemerintah Indonesia, Istana Kepresidenan Bogor digunakan sebagai rumah peristirahatn Gubernur Jenderal Belanda. Tercatat 44 orang Gubernur Jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana yang pada masa penjajahan bernama Istana Buitenzorg.
  4. Istana Kepresidenan Tampaks iring merupakan satu-satunya Istana RI yang dibangun setelah Indonesia Merdeka, tepatnya pada tahun 1957.
  5. WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan wafat pada tgl 17 Agustus 1938. Tepat tujuh tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI dinyatakan.
  6. Lagu "Indonesia Raya" di ciptakan pada tahun 1924 dan dikumandangkan untuk pertama kali pada tanggal 28 Oktober 1928, tepatnya pada penutupan acara Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.
  7. Mobil dinas Kepresidenan RI yang pertama adalah mobil Buick keluaran tahun 1939 yang digunakan Alm. Bung Karno. Sedangkan Alm. Bung Hatta menggunakan mobil dinas De Soto.
  8. Republik Gabon di Afrika Barat memiliki tanggal kemerdekaan yang sama dengan RI. Bedanya, Gabon merdeka pada tahun 1960.
  9. Rupiah dinyatakan sebagai mata uang nasional RI pada tanggal 2 November 1949.
  10. 21 jumlah dentuman meriam yang dibunyikan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala negara. Sedangkan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala pemerintahan di bunyikan 19 kali dentuman meriam.

hebatnya Bung Karno dimata Dunia

Hebatnya Bung Karno Dimata Dunia
Hebatnya Presiden Ir. Soekarno Dimata Dunia

Gambar Perangko Negara tetangga yang ada gambar Soekarno:

[Image: sukarno-1.jpg?w=510]

Di Negara Adidaya:

[Image: s-4.jpg?w=510]

Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956).

Kalo sekarang SBY ke amrik diperlakukan kayak gini ga ya??

[Image: s-14.jpg?w=510]

Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961).

Bersama Mantan negara penjajah

[Image: s-9.jpg?w=510]

Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito, dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).

Menjadi cover majalah TIMES tahun 1946

[Image: sukarno-cover-time-1946.jpg?w=510]

Go International
[Image: s-11.jpg?w=510]

Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia). Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri "Uni Soviet"/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).

[Image: s-17.jpg?w=510]

Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965).

[Image: s-10.jpg?w=510]

Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960).

[Image: s-7.jpg?w=510]

Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958).

ADTECH AG (Master default)